PT. Adimitra Baratama Nusantara
PT Adimitra Baratama Nusantara

PT Adimitra Baratama Nusantara

PT Adimitra Baratama Nusantara berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati melalui upaya konservasi kawasan, pengelolaan persemaian, pemulihan ekosistem pascatambang, serta penguatan tata kelola biodiversitas secara berkelanjutan.

Untuk memastikan upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan, PT ABN menerapkan pengelolaan biodiversitas melalui program yang terstruktur dan terintegrasi, meliputi Konservasi Arboretum KHMF BukitKayu Arang, ABN Resilient Nursery, Beyond Reclamation, dan GEN-MATRIXECOSYSTEM.

Mengenai keanekaragaman hayati,PT ABN melakukan upaya pengelolaan dan pemantauan biodiversitas yang mencakup perlindungan kawasan konservasi, penyediaan bibit untuk kegiatan penanaman,pemulihan lahan pascatambang, serta pendataan kondisi flora, fauna, dan habitat. Upaya ini diarahkan untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan pemulihan fungsi ekosistem secara berkelanjutan.

Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Berkelanjutan PT Adimitra Baratama Nusantara

Mengintegrasikan Data, Kemitraan, dan Aksi untukKeberlanjutan Ekosistem

 

GEN-MATRIX ECOSYSTEM merupakanprogram pengelolaan keanekaragaman hayati PT ABN yang dikembangkan pada tahun2025 melalui pendekatan terintegrasi. Program ini menghubungkan aspek legalitaskawasan, data biodiversitas, kondisi habitat, kegiatan pemantauan, kemitraanmultipihak, dan pemulihan ekosistem pascatambang dalam satu kerangkapengelolaan yang saling mendukung.

Melalui pendekatan ini,pengelolaan biodiversitas diarahkan agar lebih terstruktur, terdokumentasi, danberbasis data. Informasi mengenai spesies dan habitat menjadi landasan dalammenentukan kebutuhan konservasi, sedangkan pemantauan berkala membantu mengevaluasiperubahan kondisi lingkungan dan efektivitas tindakan pengelolaan.

GEN-MATRIX ECOSYSTEM juga menekankanpentingnya kolaborasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan dalammemperkuat pelaksanaan konservasi. Integrasi tata kelola, informasi ekologis,dan kemitraan diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepatserta membangun fondasi pemulihan ekosistem pascatambang yang berkelanjutan.